Kata Sambutan Doktor Frederikus Fios, Perwakilan Orang Tua Frater pada Saat Penerimaan Jubah di TOR Keuskupan Bogor Senin, 2 Februari 2026

Romo Utusan Keuskupan Bogor, Romo Direktur TOR dan Romo Greg, para romo, suster, frater, biarawan-biarawati, seluruh keluarga undangan, serta saudara-saudari terkasih dalam Kristus,—selamat berbahagia untuk kita semua.

Pertama-tama, kita patut menyampaikan puji syukur berlimpah kepada Tuhan  Maha Kasih yang telah memanggil ke-8 putra terkasih kita semua sebagai  sebagai yubilaris yang kita ayubahagiakan pada kesempatan indah ini. Proficiat untuk 8 ananda Frater sebagai yubilaris yang tentu sangat bahagia sekali saat ini terlihat dari wajah mereka yang bersinar dan bercahaya.

Hari ini adalah momentum penuh rahmat dan sukacita, hari yang tidak hanya bermakna bagi para frater yang berbahagia, tetapi juga bagi keluarga dan kita semua yang dengan rela hati datang dari tempat kediaman kita masing-masing ke tempat ini untuk menyaksikan upacara misa suci penerimaan jubah anak-anak kita. 

Mewakili orang tua, izinkan kami menyampaikan ekspresi rasa bahagia dan syukur tak berhingga kepada Tuhan atas langkah maju  yang diambil oleh putra-putra kami. Mereka sungguh patut kita banggakan dan layak kita dukung bersama mulai saat ini dan perjalanan hidup mereka ke depan dalam mengikuti Kristus.

Dalam refleksi kami sebagai orang tua, Penerimaan Jubah hari ini bukan sekadar memakai pakaian baru, tetapi lebih merupakan suatu tanda penyerahan diri yang total kepada Tuhan, kerelaan dan kesetiaan  mengikuti Kristus secara lebih dekat, khususnya dalam jalan hidup selibat sebagai calon imam diosesan Keuskupan Bogor.

Sebagai orang tua, kami sadar bahwa langkah ini bukan perjalanan yang gampang,  bahkan barulah suatu titik awal. Jalan masih panjang dan berliku ke depan dengan berbagai jenis tantangan yang akan menghadang jalan mereka. Jika diprediksi maka mereka baru akan menjadi imam atau ditahbiskan pada thn 2033/2034. Maka penerimaan jubah hari ini ini sebagai simbol pengorbanan dan kesetiaan, refleksi dan pergumulan untuk berani melangkah sambil melupakan/melepaskan hal-hal daya tarik duniawi penuh pesona dan keanggunan.  
Kami sebagai orang tua sangat percaya, seperti tertulis dalam Kitab Wahyu 22:21 “Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus selalu  menyertai semua.” Pada saat putra-putra kami menerima jubah ini, sebagai orang tua kami pun belajar untuk menyerahkan mereka lebih sungguh dan iklas hati kepada Tuhan—yang memanggil mereka. Semoga mereka nanti menjadi pribadi yang taat, rendah hati, setia mengabdi dengan tulus tanpa melekatkan diri pada hal-hal profan duniawi yang sering kali menyilaukan mata dan membuat hidup mengalami disorientasi spiritual. 

Kami patut  menyampaikan ucapan terima kasih berlimpah kepada Keuskupan Bogor, para formator, para romo pengajar, suster dan seluruh keluarga besar komunitas TOR Bogor, seluruh Panitia acara hari ini, yang dengan penuh kesetiaan dan ketulusan bekerja keras bagi para frater dalam mendukung pertumbuhan rohani, sosial, fisik, psikologis, dan intelektual mereka.  

Kepada 8 putra-putra kami—para frater tercinta, hari ini kalian melangkah semakin dekat menuju altar Tuhan. Jubah yang kalian terima bukan sekadar tanda lahiriah, tetapi simbol komitmen untuk rendah hati, taat pada pimpinan/para romo senior/uskup, hidup dalam  kesederhanaan, kasih persaudaraan, kemurnian, dan kesetiaan pada Tuhan kita Yesus Kristus Sang Guru yang memanggil. Kami orang tua akan terus mendorong, mendukung dan mendoakan kalian semua, sekaligus kami sendiri pun  belajar untuk semakin melepaskan kalian dengan murni kepada Tuhan yang menjadi sumber panggilan kalian sendiri, yakni: Sang Sabda yang Memanggil.

Akhir kata, mari kita terus memohon rahmat Tuhan agar 8 frater ini tetap setia, taat, dan gembira selalu dalam menjalani formasi ini selanjutnya ke depan. Semoga Roh Kudus menuntun dan meneguhkan setiap langkah mereka, sehingga suatu hari nanti, ketika mereka berbaring di hadapan altar pada saat tahbisan, kita semua dapat berkata: “Tuhan sungguh agung karyamu dalam hidup mereka.” Sekian dan Terima kasih, Tuhan memberkati.