Rangkasbitung, 20 Juni 2026 — Suasana penuh sukacita dan syukur mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 tahbisan imamat Romo Yustinus Joned Saputra. Perayaan ini ditandai dengan pelaksanaan Ekaristi Kudus pada Sabtu, 20 Juni 2026, yang bertempat di Gereja Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung, dan dihadiri para romo, diakon, dan ratusan umat yang turut serta merayakan momen istimewa ini.
Perayaan misa kudus ini dilaksanakan secara konselebrasi dengan selebran utama Sang Yubilaris Romo Yustinus Joned Saputra, dihadiri oleh Romo Yohanes Anggi, Romo Antonius Garbito Pambuadji, serta Diakon Indra. Kehadiran para imam dan umat dari berbagai stasi dan lingkungan semakin menambah kehangatan dan kebersamaan dalam perayaan syukur atas perjalanan imamat Romo Joned.
Dalam homilinya, Romo Antonius Garbito Pambuadji menyoroti keutamaan pribadi Romo Joned yang dinilai sangat menonjol selama 16 tahun menjalani panggilan imamat. Ia menegaskan bahwa Romo Joned dikenal sebagai pribadi yang memiliki kesediaan untuk berjalan bersama umat serta menjadi sosok pendengar yang baik, baik bagi rekan imam maupun umat yang dilayaninya. Nilai keutamaan tersebut, menurut Romo Garbito, merupakan modal dasar penting dalam pelayanan pastoral yang menyentuh kehidupan banyak orang.
Sementara itu, Perwakilan Dewan Pastoral Paroki (DPP), Bapak Andreas, dalam sambutannya menyampaikan refleksi yang unik dan menggugah. Ia mengibaratkan usia 16 tahun imamat seperti seorang gadis yang imut—sebuah metafora yang menggambarkan tahap pertumbuhan yang indah, penuh harapan, dan sarat potensi nilai spiritual. Ia menegaskan bahwa usia ini menjadi momentum penting bagi perkembangan spiritual dan pelayanan Romo Joned di tengah umat.
Romo Yohanes Anggi juga turut memberikan sambutan yang penuh apresiasi. Ia mengenang Romo Joned sebagai pribadi yang senantiasa mendorong dan memotivasi sesama, baik rekan imam maupun umat. Dalam penjelasannya, Romo Anggi mengutip moto pendidikan terkenal dari Ki Hajar Dewantoro: “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”, yang menggambarkan kepemimpinan dengan memberi teladan, membangun semangat, dan memberikan dorongan/motivasi dari belakang. Menurutnya, moto tersebut sangat mencerminkan karakter pelayanan Romo Joned sebagai imam dalam ziarah perjalanannya.
Setelah perayaan misa, acara dilanjutkan dengan santap malam bersama yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kehangatan. Kebersamaan semakin terasa indah melalui hiburan band yang menyajikan lagu-lagu yang menghibur dan menghadirkan kegembiraan penuh makna bagi seluruh umat yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua Stasi Santo Laurensius Parung Panjang, Dr. Frederikus Fios, yang mewakili umat menyerahkan kenang-kenangan kepada Romo Joned. Secara simbolis, ia memberikan sebuah baju World Cup 2026 tim nasional Inggris sebagai tanda kasih dan penghargaan kepada sang yubilaris.
Perayaan HUT ke-16 imamat ini tidak hanya menjadi momen refleksi bagi Romo Joned, tetapi juga kesempatan bagi seluruh umat, pengurus dan kaum imam untuk selalu bersyukur atas dedikasi dan pengabdian yang kita lakukan. Mari kita terus mendoakan Romo Joned agar senantiasa setia dalam menjalankan tugas kegembalaannya di Paroki Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung, serta terus menjadi gembala yang berjalan bersama umat dan mendengarkan dengan hati (*/Dilaporkan oleh Fritz Fios).