Katekese Lima Menit 
Edisi 
Gereja 

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

Setiap hari Minggu kita datang ke gereja untuk mengikuti Perayaan Ekaristi. Kita juga sering mengatakan, "Saya pergi ke gereja" atau "Saya aktif di gereja." Namun, pernahkah kita bertanya: apa sebenarnya yang dimaksud dengan Gereja? Apakah Gereja hanya sebuah bangunan tempat umat berkumpul? Ataukah Gereja memiliki makna yang lebih dalam? kata "Gereja" yang kita gunakan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Portugis yaitu igreja.Kata ini berakar dari bahasa Yunani kyriaké, yang berarti "milik Tuhan" atau "kepunyaan Tuhan." Namun dalam Perjanjian Baru, istilah yang paling sering digunakan adalah kata Yunani ekklesia (ἐκκλησία). Kata ini berasal dari dua kata, yaitu ek yang berarti "keluar" dan kaleo yang berarti "memanggil." Karena itu, ekklesia berarti "mereka yang dipanggil keluar" atau "perhimpunan orang-orang yang dipanggil oleh Allah."

Dengan kata lain, Gereja bukan pertama-tama sebuah bangunan, melainkan umat Allah yang dipanggil keluar dari dosa untuk hidup dalam persatuan dengan Kristus. Inilah sebabnya mengapa Gereja sesungguhnya adalah orang-orang beriman yang berkumpul dalam nama Tuhan. Gedung gereja memang penting sebagai tempat ibadah, tetapi bangunan itu sendiri bukanlah Gereja dalam arti yang paling mendalam. Pemahaman ini sudah berakar dalam Kitab Suci. Dalam Injil Matius, Yesus berkata kepada Petrus: "Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Mat 16:18) Perhatikan bahwa Yesus tidak mengatakan bahwa Ia akan mendirikan sebuah bangunan, melainkan sebuah persekutuan umat yang menjadi milik-Nya.Karena itu Gereja bukanlah hasil pemikiran manusia atau organisasi yang dibentuk oleh sekelompok orang. Gereja adalah karya Kristus sendiri yang mengumpulkan umat-Nya menjadi satu keluarga Allah.

Saudara-saudari terkasih,

Magisterium Gereja mengajarkan bahwa Gereja memiliki beberapa gambaran yang membantu kita memahami identitasnya. Pertama, Gereja adalah Umat Allah. Melalui Baptis, kita menjadi bagian dari keluarga besar Allah dan dipanggil untuk berjalan bersama menuju keselamatan. Kedua, Gereja adalah Tubuh Kristus. Kristus adalah Kepala, sedangkan kita semua adalah anggota-anggotanya. Karena itu setiap anggota memiliki peran yang penting dalam kehidupan Gereja. Ketiga, Gereja adalah Bait Roh Kudus. Roh Kudus tinggal di dalam Gereja, membimbingnya, menguduskannya, dan menjaga Gereja tetap setia pada ajaran Kristus. Melalui gambaran-gambaran ini, kita melihat bahwa Gereja bukan hanya sebuah lembaga, melainkan suatu persekutuan hidup yang dipersatukan oleh Allah Tritunggal.

Lalu apa tugas Gereja?

Yesus memberikan tugas yang sangat jelas: "Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku."(Mat 28:19) Karena itu Gereja memiliki tugas untuk: mewartakan Injil, merayakan sakramen-sakramen, menguduskan umat, dan melayani sesama, terutama mereka yang miskin dan menderita. Misi Gereja pada dasarnya adalah melanjutkan karya Kristus di dunia, yaitu menghadirkan Kerajaan Allah melalui pewartaan, pelayanan, dan kasih.

Saudara-saudari yang terkasih,

ketika kita mengatakan "Saya adalah anggota Gereja," itu berarti kita bukan hanya terdaftar dalam sebuah organisasi keagamaan. Kita adalah bagian dari umat yang dipanggil Allah untuk menjadi terang dunia dan garam bumi. Marilah kita semakin mencintai Gereja, bukan karena Gereja terdiri dari manusia yang sempurna, melainkan karena Kristus sendiri hadir dan berkarya di dalamnya. Semoga kita tidak hanya datang ke gereja, tetapi juga menjadi Gereja yang hidup melalui iman, harapan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi
Matius 16:18–19
Matius 28:19–20
Kisah Para Rasul 2:42–47
1 Korintus 12:12–27
Efesus 1:22–23
1 Petrus 2:9–10
KGK 751–752 (Arti kata Gereja / Ekklesia)
KGK 758–766 (Asal-usul dan pendirian Gereja)
KGK 781–786 (Gereja sebagai Umat Allah)
KGK 787–796 (Gereja sebagai Tubuh Kristus)
KGK 797–801 (Gereja sebagai Bait Roh Kudus)

Dokumen Gereja
Konsili Vatikan II, Lumen Gentium 1–8
Konsili Vatikan II, Ad Gentes
Evangelii Nuntiandi oleh Paus Paulus VI