Katekese Lima Menit
Edisi Spesial
Pesta Pembaptisan Tuhan
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,pada hari ini Gereja merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Perayaan ini menutup rangkaian masa Natal dan sekaligus mengantar kita memasuki Masa Biasa dalam Tahun Liturgi. Pesta ini bukan hanya mengenangkan peristiwa Yesus dibaptis di Sungai Yordan, tetapi juga mengajak kita merenungkan kembali makna baptisan dan identitas kita sebagai anak-anak Allah.
Dalam Injil kita mendengar bahwa Yesus datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis. Peristiwa ini tampak mengherankan, sebab Yesus adalah Anak Allah yang tidak berdosa. Namun justru di dalam peristiwa inilah tersingkap kasih Allah yang begitu mendalam. Yesus memilih untuk berdiri di tengah umat manusia, masuk ke dalam barisan orang-orang yang membutuhkan pertobatan, dan menyatakan solidaritas-Nya dengan kita semua. Ia tidak menjaga jarak dari kelemahan manusia, melainkan memikulnya.
Pembaptisan Yesus juga menjadi momen penting pewahyuan Allah Tritunggal. Ketika Yesus keluar dari air, langit terbuka, Roh Kudus turun ke atas-Nya seperti burung merpati, dan terdengarlah suara Bapa yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Dalam peristiwa ini, Gereja melihat dengan jelas siapa Yesus sebenarnya: Putra Allah yang diutus untuk menyelamatkan dunia. Melalui pembaptisan-Nya, Yesus memulai perutusan-Nya dengan jalan kerendahan hati dan ketaatan. Ia menguduskan air baptisan dan membuka jalan bagi Sakramen Baptis yang kelak kita terima. Seperti ditegaskan oleh Gereja, baptisan adalah pintu gerbang kehidupan Kristiani, yang melaluinya manusia dibebaskan dari dosa dan dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah.
Melalui Pesta Pembaptisan Tuhan kita diajak untuk kembali mengenang baptisan kita sendiri. Melalui Sakramen Baptis, kita dipersatukan dengan Kristus, menjadi anggota Gereja, dan menerima panggilan untuk ambil bagian dalam misi-Nya. Baptisan bukan sekadar peristiwa masa lalu, melainkan identitas dan panggilan hidup yang harus terus kita hidupi setiap hari. Karena itu, perayaan ini menantang kita untuk bertanya: apakah kita sungguh hidup sebagai orang yang telah dibaptis?
Apakah hidup kita mencerminkan bahwa kita adalah anak-anak Allah yang dipanggil untuk hidup dalam kasih, kebenaran, dan kekudusan? Pesta Pembaptisan Tuhan mengajak kita memperbarui komitmen baptisan kita: menolak dosa, memilih hidup baru, dan setia mengikuti Kristus dalam setiap aspek kehidupan.
Saudara-saudari terkasih, marilah kita bersyukur atas rahmat baptisan yang telah kita terima. Semoga melalui perayaan ini, kita diteguhkan untuk hidup sesuai martabat kita sebagai anak-anak Allah, berani menjadi saksi Kristus di tengah dunia, dan setia menjalani perutusan yang telah dipercayakan kepada kita. Kiranya dalam hidup kita pun bergema sabda Bapa: “Engkaulah anak-Ku yang Kukasihi.”
Referensi:
Kitab Suci:
Matius 3:13–17; Markus 1:9–11; Lukas 3:21–22
Katekismus Gereja Katolik (KGK):
KGK 1213–1216 (makna Sakramen Baptis),
KGK 1223–1225 (Pembaptisan Yesus)
Konsili Vatikan II:
Lumen Gentium, no. 11
Dokumen Gereja & Referensi Teologis:
Paus Benediktus XVI, Jesus of Nazareth
Paus Yohanes Paulus II, Catechesi Tradendae
Situs Referensi Katolik:
www.katolisitas.org